Budaya Musik Indie Cocok Bagi Anda Berjiwa Idealis

Budaya musik indie bukanlah berarti ia menjadi pantas untuk mendapat julukan anak tiri hanya karena popularitasnya tidak setenar musik pop. Musik itu sendiri merupakan gambaran sebuah kebudayaan, sehingga praktek pagelarannya berkaitan erat dengan identitas suatu bangsa pada daerah tertentu seperti korea saja memiliki K-Pop.

Kita bisa belajar dari kronologi terciptanya genre musik blues maupun jazz sebagai ilustrasi penggambaran sempurna sekumpulan kaum kulit hitam. Tatkala terjajah oleh praktik perbudakan, golongan kulit hitam ini mengekspresikan diri dengan menyanyikan lagu sebebas mungkin kala jam istirahat tiba.

Budaya Musik Indie Cocok Bagi Anda Berjiwa Idealis

Blues dan Jazz membawa semangat penuh kebebasan sebagai tema utama yang ingin mereka angkat melalui media seni sebagai bentuk aspirasi. Bayangkan, betapa ajaibnya bahwa melodi seindah itu tercipta berkat keluhan kaum kulit hitam atas segala keterbatasan mereka mengenai Hak Asasi Manusia.

Masih ada lagi jenis musik ekstrim bergenre punk, topiknya selalu kental dengan aroma pemberontakan khususnya mereka tujukan kepada pemerintahan. Para pegiat seni musik punk berpendapat bahwa para pejabat negeri enggan memihak kepada rakyatnya kebanyakan dan lebih memilih memperkaya diri.

Saking vokalnya mereka meneriakkan tuntutan kepada pimpinan negara, maka jenis musiknya pun menganut asas kejujuran dan frontal setiap kali membawakannya. Hal ini tertuang secara jelas sekali dalam penggunaan hanya tiga kunci nada pada alat musik gitar menandakan ia lebih suka segalanya ‘straight to the point’.

Budaya Musik Indie Sebagai Genre Favorit Baru Bagi Kaum Urban

Manakala tubuh anda mulai lelah pasca kepenatan terkumpul selepas rutinitas pekerjaan di kantor, hiburlah diri dengan budaya musik indie. Sebab musik bersifat universal, ia tidak pantas terkotak – kotak dan membuat anda memaksakan diri hanya mendengarkan musik tertentu secara homogen saja.

Budaya Musik Indie

Karakteristik setiap genre musik pastinya berbeda dan memiliki ciri khas mengikuti perkembangan kebudayaan ketika ia tercipta bersamaan terbentuknya sejarah baru. Masing – masing genre musik mengandalkan tempo favoritnya sendiri yaitu bisa keras maupun lembut, cepat maupun lambat, emosional maupun kalem.

Lantas bagaimanakah karakteristik budaya musik indie? Seperti apa ciri – ciri serta identitas khas sehingga sebuah musik dapat termasuk dalam keluarga indie? Bersiaplah para pembaca sekalian, sebab kami akan segera mengupas pembahasan padat dan jelas mengenai asal – usul genre musik indie.

Cukup mengejutkan sekali bahwasanya genre indie terasingkan oleh kebudayaan pada masa ia sedang dalam tahap pembentukan menjadi sebuah jenis baru. Ia mengalami penolakan oleh khalayak ramai karena mereka menganggap bahwa alunan musik indie terasa tidak bisa dinikmati oleh telinga.

Kebangkitan musik indie mulai merebak tatkala memasuki tahun 1980 awal tiba – tiba banyak penyanyi beralih ke genre indie. Sebut saja beberapa musisi kenamaan seperti The Smiths, Radio Head, Nirvana, hingga Joy Divisions, yang mana semuanya itu sukses mencicipi meriahnya panggung.

Terobosan Baru Dalam Bermusik Meliputi Dunia Manca Negara

Semenjak ledakan penggemar dari budaya musik indie mulai tersebar, dampaknya yaitu terjadi sebuah terobosan baru dalam kegiatan bermusik. Kontribusi oleh para band terkenal pun turut menyumbang peningkatan popularitas dari genre musik indie sehingga makin banyak orang mengenalnya.

Terobosan Baru Dalam Bermusik Meliputi Dunia Manca Negara

Budaya musik indie awalnya lebih terkenal dengan sebutan indie-pop karena ia lahir dari pergeseran budaya musik punk yang mulai beradab. Meskipun demikian cara penyampaian serta pemilihan kata dalam liriknya jelas terasa jauh perbedaannya apabila membandingkan secara bersebelahan indie dengan punk.

Musik indie erat kaitannya dengan segala sesuatu yang memiliki sifat minoritas atau terpinggirkan akibat keinginan melawan arus tempat ia bersosialisasi. Menariknya, para kaum terkucilkan ini ternyata jumlahnya cukup banyak sehingga indie semakin terkenal dan bukan lagi milik segelintir orang saja.

Zaman seperti sekarang ini, indie telah bermetamorfosis dari ulat bulu menjijikkan menjadi sebuah kupu-kupu cantik nan indah ketika sedang memandangnya. Para pegiatnya kini tak lagi dipandang sebelah mata dan mulai mendapat tawaran masuk dapur rekaman secara profesional oleh perusahaan ternama.

Kebanyakan dari kita pastilah sudah mengenal nama beken Efek Rumah Kaca, Fourtwenty, Payung Teduh, dan masih banyak lagi lain sebagainya. Temanya pun menyejukkan, sebab kebanyakan mengangkat tema seputar sarkasme, perjuangan, maupun realita dalam bermasyarakat termasuk fenomena ganjil di Indonesia.