Pemerintah Jepang Perketat Aturan Hak Cipta Media Visual

Pemerintah Jepang Perketat Aturan Hak Cipta Media Visual

Pemerintah Jepang Perketat Aturan Hak Cipta Media Visual – Para pecinta anime di seluruh dunia sedang ramai-ramainya semenjak situs penyedia anime dan manga ilegal, KissManga dan KissAnime, ditutup karena alasan hak cipta. Meski demikian, banyak juga orang Slot Online yang tidak terima akan hal itu. Akan tetapi hal ini dilakukan terkait adanya revisi terbaru masalah hak cipta di Jepang. Sekarang Jepang mulai perketat aturan hak cipta ini agar tidak sembarang orang yang bisa melakukan pembajakan terhadap produknya. Peraturannya tersebut berlaku tidak hanya pada penyebar anime atau manga ilegalnya saja, tetapi juga orang yang mendownload konten tersebut.

Sebelumnya juga, Jepang telah merevisi aturan hak cipta judi slot online jackpot terbesar media visual di negaranya. Diterjemahkan oleh BNN, revisi hak cipta tersebut hanya ingin memberlakukan bagi penyedia media bajakan, tapi juga terhadap konsumennya. Dari ketentuan tersebut, terlihat bahwa mendownload anime dan manga bajakan dari Jepang yang akan terjerat suatu pasal. Orang yang menyebarkan tautan download anime atau manga bajakan juga akan kena imbas dari peraturan ini. Hukumannya pun tidak main-main, penikmat konten bajakan bisa dikenai denda sebesar 2 juta Yen (sekitar 276 juta ) atau 2 tahun penjara. Lalu untuk penyedia media bajakan akan dikenai denda 5 juta Yen (sekitar 692 juta) atau maksimal 5 tahun penjara.

Meski begitu, masih ada pengecualian mengenai fan art yang bukan buatan dari perusahaan, doujin, parodi dan fan fiction. Selain itu, mendownload gambar yang tidak difokuskan pada isi manga itu sendiri juga masih diperbolehkan oleh pemerintah di sana. Revisi undang-undang hak cipta ini mulai disahkan ketika tahun depan. Dengan adanya revisi undang-undang hak cipta Jepang ini yang diperketat, hal ini tentunya menjadi “kiamat” bagi website bajakan. Seperti yang terjadi pada website KissAnime dan KissManga yang sudah lama berdiri akhirnya harus kandas karena revisi undang-undang ini.

Seperti yangsudah diketahui, Jepang sendiri melakukan hal ini karena content creator di Jepang sering dibayar rendah. Hal itu dikarenakan banyaknya media seperti anime dan manga yang dibajak dalam jumlah yang besar. Tentunya hal itu sendiri dapat merugikan perusahaan serta pekerjanya. Ironisnya, masih banyak penikmat konten media bajakan yang ada di seluruh dunia yang mana ikut membantu dalam mempopuulerkan seri tersebut ke penjuru dunia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *